×

Notice

There is no category chosen or category doesn't contain any items

WOHO di One Parc Puri Lebih Laris, Ini Keunggulannya

User Rating: 5 / 5

Star ActiveStar ActiveStar ActiveStar ActiveStar Active
 
Kelvin Soo, General Manager Ascendas-Singbridge (kanan) dan Jisca, Head of Marketing & Sales One Parc Puri (kiri) usai memberikan keterangan terkait progress penjualan dan pembangunan OPP, di Marketing Gallery OPP, Tangerang, Selasa (17/4/2018). / Pius Klobor

Generasi zaman now biasanya membutuhkan hunian yang lebih praktis. Bahkan, kerja pun dari 'rumah' tak perlu banyak keluarkan uang untuk sewa ruang perkantoran. Bagi kalangan startup bekerja di ruang yang lebih bebas, seperti coworking space menjadi pilihan menyenangkan.

Namun bagi mereka yang lebih punya modal, pilihan terbaik adalah ruang kerja yang menyatu dengan hunian atau yang tren disebut WOHO atau Work Office Home Office. Hampir serupa dengan SOHO (Small Office Home Office), namun WOHO disebut memiliki keunggulan, terutama dalam hal privasi.

Baca Juga:

Konsep WOHO inilah yang kemudian diaplikasikan di One Parc Puri, proyek yang dikembangkan oleh PT Metropolitan Karyadeka Ascendas (MKA) - perusahaan joint venture antara Metland, Karyadeka Group, dan Ascendas-Singbridge - dalam kawasan Metland Cyber City seluas 65 hektar di Karang Tengah, Tangerang.

Jisca, Head of Marketing & Sales One Parc Puri menegaskan bahwa konsep WOHO di One Parc Puri berbeda dengan SOHO atau work loft unit.

"Kalau work loft atau SOHO ada mezzanine dan aksesnya satu. Jadi dari lobby sampai ke unitnya hanya ada satu akses. Tetapi kalau WOHO di sini, ada dua lantai dan full slip, jadi tidak bisa intip-intipan. Aksesnya juga berbeda untuk masing-masing lantai dan dengan lobby yang berbeda," terang Jisca.

Dengan demikian, lanjutnya, privasi penghuni lebih terjaga. Selain itu, yang bekerja di lantai lainnya pun lebih nyaman tanpa terganggu dengan aktivitas penghuni apartemen.

"WOHO ini salah satu solusi kemacetan Jakarta, tanpa mengurangi privasi. Dan kami developer pertama yang mengembangkan konsep WOHO ini," kata Jisca.

WOHO di One Parc Puri tersedia sebanyak 120 unit di Tower Olea. Adapun tower ini terbagi menjadi dua, yakni low zone untuk WOHO dan high zone untuk work lotf dan office strata.

"Yang kami launching baru WOHO saja dan sudah terjual sekitar 30 persen. Rata-rata pembeli end user," jelas Jisca.

WOHO tersedia dalam dua ukuran, yakni 96 m2 dan 146 m2, masing-masing dua lantai. Saat ini dipasarkan mulai dari Rp2,2-3,5 miliar per unit.

"Sudah naik sekitar Rp1 juta/m2 dari tahun lalu. Kami juga berikan penawaran tanpa DP, sehingga lebih lebih luas menjangkau pembeli, termasuk milenial yang memang sangat cocok dengan konsep WOHO, termasuk residensial di sini," katanya.

Tahap Pertama

One Parc Puri dibangun di lahan seluas 9,7 akan terdiri dari empat fase. Pada fase pertama di lahan 1 hektar, akan dibangun dua tower, yaitu Orchidea dan Olea.

Orchidea adalah tower residensial kontemporer berkualitas tinggi dengan desain ideal yang cocok untuk mereka yang menginginkan menikmati gaya hidup minimalis. Tower Orchidea dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti infinity pool, Jacuzzi, viewing patio, area piknik BBQ, gym, dan lain-lain.

Sementara Olea adalah tower bisnis premium yang menawarkan salah satu konsep hunian terbaru dan menjadi andalan One Parc Puri, yaitu WOHO. Tower ini juga memiliki beberapa fasilitas lain, termasuk coworking space di lantai 7.

"Penghuni work lotf di Olea hanya bisa menggunakan fasilitas yang ada di Olea. Tetapi untuk penghuni WOHO, bisa menggunakan fasilitas yang ada di Orchidea," tambah Jisca.

Sementara untuk hunian yang ada di Tower Orchidea tersedia dalam beberapa tipe, yakni Studio, One-Bedroom, Two-Bedroom dan Two-Bedroom+.

Apartemen tipe Studio dan One-Bedroom masing-masing memiliki luas hingga 35m² dan 50m², sementara tipe Two-Bedroom dan Two-Bedroom+ hadir dengan luas masing-masing mencapai 56m² dan 71m².

"Secara total dari 500 unit yang kami luncurkan di tahap pertama, sudah sekitar 40 persen terjual. Saat ini harganya sudah di kisaran Rp500 jutaan hingga Rp2,5 miliar per unit," lanjut Jisca.

Proyek tahap pertama ini direncanakan mulai dibangun pada Q3 2018. [Pius Klobor]

You have no rights to post comments